//
you're reading...

Renungan Kristen

Memberitakan Kerajaan Allah Di Tengah Keluarga / Kamis, 6 Juni 2013

Matius 10:5-15

Sesuai dengan judul perikop hari ini Yesus Mengutus Kedua Belas Murid. Mengutus berarti menyuruh orang pergi (ke) atau mengirimkan orang sebagai wakil. Adapun pengutusan ini ialah supaya murid-murid memberitakan kerajaan sorga kepada orang-orang Israel saja. Pertanyaannya adalah mengapa Injil hanya diperuntukkan bagi orang-orang Israel saja. Harus dipahami bahwa hal tersebut adalah merupakan perintah yang sifatnya temporary yang diperuntukkan ketika murid-murid Yesus melaksanakan awal-awal penginjilan. Artinya, pengabaran Injil mempunyai tahapan-tahapan, mulai dari lingkungannya (orang-orang Yahudi), kemudian orang-orang di Yudea, Samaria, kemudian terus berjalan keluar, menyebar ke bangsa-bangsa lain. Hal tersebut sesuai Amanat Agung Yesus Kristus dalam Matius 28:19-20 : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Dalam pengutusan ini, Yesus ingin agar mereka melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, sebab misi ini merupakan misi yang sangat penting. Mereka adalah wujud dari kehadiran Kristus di tengah-tengah kehidupan umat saat itu, karena sesuai dari arti kata mengutus yaitu “mereka sebagai wakil” nya Yesus. Di samping itu pula, mereka harus percaya bahwa Tuhan menjamin segala kebutuhan mereka, baik makanan, pakaian dan tempat berteduh, jadi para murid tidak perlu kuatir, takut dalam pengutusan tersebut. Saudaraku! Sebagai murid-murid Kristus yang telah diperlengkapi dan diutus, kitapun memiliki satu tugas untuk memberitakan kabar baik yang kiranya dapat dimulai dari orang-orang terdekat kita (keluarga) dan setelah itu menjalar keluar (semua bangsa). Jujur, hal ini sering terlupa dalam kehidupan kekristenan kita. Kita terlalu sibuk menginjili orang lain tapi penginjilan terhadap keluarga atau orang-orang terdekat terlupakan oleh kita. Ini merupakan realitas yang patut menjadi perhatian kita bersama.

Saudaraku! Perlu saya tegaskan bahwa keluarga- keluarga Kristiani merupakan pusat iman yang hidup, tempat pertama iman akan Kristus diwartakan dan sekolah pertama tentang doa, kebajikan- kebajikan; presentasi serta pelaksanaan persekutuan Gereja, yaitu persekutuan iman, harapan dan kasih. Keluarga haruslah seperti Gereja, harus menjadi tempat Injil disalurkan dan memancarkan sinarnya. Dalam keluarga, yang menyadari tugas perutusan itu, semua anggota mewartakan dan menerima pewartaan Injil. Orang tua tidak sekedar menyampaikan Injil kepada anak- anak mereka, melainkan dari anak- anak mereka sendiri, mereka dapat menerima Injil itu juga, dalam bentuk penghayatan mereka yang mendalam. Dan keluarga seperti itu menjadi pewarta Injil bagi banyak keluarga lain dan bagi lingkungan di sekitarnya. Inilah yang sepatutnya menjadi target kita semua. Keluarga hendaknya berani memberi kesaksian imannya dengan perkataan maupun tindakan serta siap menanggung resiko yang muncul dari imannya itu. Kesaksian iman itu dilakukan dengan berani menyuarakan kebenaran, bersikap kritis terhadap berbagai ketidakadilan dan tindak kekerasan yang merendahkan martabat manusia serta merugikan masyarakat umum. Siapakah saudara untuk diutus? Jika siap, mulailah pergi dan beritakan kerajaanNya kepada orang-orang terdekat kita dan setelah itu kepada dunia ini.

 

Pdt   Agustiman J. Namang, Pendeta Resort GKE Pangkoh

 

Discussion

No comments yet.

Post a Comment