//
you're reading...

Renungan Kristen

Perempuan-Perempuan Yang Melayani Yesus / Minggu, 21 Juli 2013

Lukas 8 : 1 – 3

Berita kehadiran Tuhan Yesus yang telah melakukan berbagai mujizat menyedot perhatian banyak orang di seluruh wilayah Batenia, Galilea, Samaria, Yudea dan daerah lain di sekitarnya. Berita tentang mujizat dan pengajaran Tuhan Yesus menyebarluas dari mulut ke mulut dan menjadi buah bibir di kalangan masyakat pada saat itu. Tuhan Yesus menjadi pusat perhatian masyarakat dan semakin banyak orang yang mengikuti kemana Ia bersaksi dan melayani.

Masyarakat pada saat itu sangat merindukan sosok guru, rabi, dan imam yang betul-betul memiliki kepedulian, perhatian dan empati yang amat dalam terhadap orang-orang yang mengalami penderitaan beban hidup dan penderitaan sakit penyakit.

Sebagaimana halnya diungkapkan dalam ayat 2 bahwa beberapa perempuan yang telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit tetap setia mengikuti dan menyertai perjalanan pelayanan Tuhan Yesus beserta dua belas murid-Nya. Ada beberapa nama perempuan yang disebutkan oleh penulis Injil Lukas, yan tercatat saat itu melayani Tuhan Yesus dan dua belas murid-Nya. Yakni Maria yang disebut Magdalena, Yohana dan Susana, dan banyak perempuan lain.

Mereka memberikan bantuan dengan “kekayaan mereka”. Dalam tradisi Yahudi, kaum perempuan Yahudi biasanya membantu para rabi dalam hal keuangan. Artinya memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan para rabi. Pada masa itu peran perempuan hanya sebatas bidang diakonia saja.

Para perempuan yang disebutkan dalam ayat 2 tersebut adalah para perempuan yang mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus. Mereka sangat besyukur dan berteima kasih kepada Tuhan Yesus karena mereka masing-,asing telah diselamatkan dan dilepaskan dari kuasa roh-roh jahat dan telah disembuhkan dari kuasa sakit penyakit.

Berkaitan dengan perayaan HUT Perempuan GKE pada minggu ini. Kita bersama-sama melihat fakta dalam sejarah Alkitab dan dalam budaya bangsa-bangsa, bahwa peran dan partisipasi kaum perempuan hanya bagian pendukung atau penunjang dalam karyanya bagi dunia ini.

Namun seiringan kesadaran akan kesetaraan gender, maka hak, tugas dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan saling menunjang dan mendukung dalam seluruh aspek kehidupan.

Prestasi dan potensi kaum perempuan dalam dunia pelayanan saat ini tidak hanya sebatas bidang diakonia semata-mata seperti dalam tradisi Yahudi. Tugas Tri panggilan gereja sebagai wujud panggilan dan tanggung jawab kaum laki-laki dan perempuan secara bersama-sama.

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa para perempuan tersebut memberikan bantuan kepada Tuhan Yesus dengan “kekayaan mereka”. Kekayaan yang dimaksudkan dapat pula ditafsirkan dalam wujud lain yakni kekayaan potensi, partisipasi dan prestasi yang dimiliki oleh para perempuan dipersembahkan untuk mendukung dan membantu dalam mewujudkan Tri Panggilan Gereja.

Dengan kekayaan potensi, partisipasi dan prestasi yang dimiliki kaum perempuan dipakai sebagai alat Tuhan dalam hal bersaksi, membangun persekutuan, dan melayani kaum yang lemah dan kaum yang tertindas. Seperti halnya perjuangan Mordekhai dan ratu Ester bagi kaumnya.

SELAMAT MERAYAKAN HUT PEREMPUAN GKE. JADILAH PEREMPUAN YANG CERDAS, MANDIRI DAN MELAYANI DENGAN TULUS DAN SUKACITA SEBAGAI WUJUD PENGABDIAN HIDUP KITA BAGI TUHAN DAN SESAMA.

 

 

Pdt. Rina Teriasi, STh, MSi, Dosen STAKN Palangka Raya

Discussion

No comments yet.

Post a Comment