//
you're reading...

Renungan Kristen

TANTANGAN YANG MENJADI KESEMPATAN / Minggu, 19 Januari 2014

19

Lukas 4:16-30

Tidak dihargai bahkan ditolak oleh masyarakat di tempat kelahiran sendiri merupakan suatu kondosi yang menyedihkan. Bagaimana tidak, tempat kelahiran dimana kita besar dan bertumbuh pasti memiliki kenangan ; entah itu kenangan pahit maupun kenangan yang manis. Dan kalau itu terjadi pada diri anda, maka keputusan yang terbaik adalah meninggalkan tempat tersebut dan membuktikan bahwa di luar sana anda adalah orang hebat, yang dihargai, di hormati dan banyak simpatisan maupun pengikutnya. Ya, inilah yang di alami Yesus. Ketika Ia memberikan pengajaran di rumah ibadat, orang-orang yang dalam rumah ibadat tersebut merasa sangat keberatan dengan apa yang dikatakan Yesus. Saudara dapat lihat dalam Lukas 4:21 yang mencatat : “Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Inilah akar pengusiran terhadap Yesus. Yesus memploklamirkan bahwa diriNya adalah penggenapan dari nas yang telah dibacaNya saat itu. (Lihat Lukas 4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku,oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku. Dan Lukas 4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang). Perkataan inilah yang begitu menyengat mereka. Bagaimana mungkin anak tukang kayu mengaku-ngaku bahwa Ia adalah utusan Allah. Saya pikir dalam pemikiran para pendengar saat itu bahwa ada suatu yang tidak beres terhadap Yesus, atau menurut mereka statement Yesus menyesatkan, dan Yesus harus segera diusir.

Saudaraku, apa yang dialami oleh Yesus masih dialami oleh orang-orang yang ambil bagian dalam Pelayanan atau Pemberitaan firman Tuhan. Betapa sering Pendeta atau Penatua dan Diakon yang berkhotbah di kampungnya atau di gereja di mana ia bertempat tinggal tidak dihargai, tidak didengar dan tidak direspon. Dalam hal itu pula ada pendeta-pendeta yang tidak ditugaskan di kampung halamannya, sebab sudah ada ayatnya kata mereka, seperti yang terdapat dalam Lukas 4:24 Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Saudaraku! Dalam pelayanan kita tentu pernah ditolak, tidak dihargai karena keterbatasan kita, bahkan diusir dari tempat pelayanan kita. Pertanyaannya, apakah kita akan meninggalkan pelayanan, lari dan menyingkirkan diri dari tanggung jawab tersebut? Yesus tidak pernah takut atau kalah menghadapi berbagai tantangan. Ia memanfaatkan setiap penolakan sebagai sarana untuk mendemonstrasikan kuasa Allah. Tuhan Yesus tidak pernah berhenti melayani hanya karena ditolak orang di sekitarnya. Ia tidak pernah menyerah saat menghadapi tantangan. Bila saat ini tantangan dan kesulitan mendatangi kita, apa yang perlu kita lakukan? Hal pertama yang paling utama adalah jangan menyerah dan jangan takut, Ingatlah bahwa Tuhan menyertai Anda dan selalu siap menolong Anda. Tuhan Yesus pernah menghadapi tantangan dan kesulitan sehingga kita bisa meneladani sikap Tuhan Yesus dalam menghadapi segala tantangan. Janganlah gentar dan juga kuatir bila kita telah sungguh mengerjakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya, sebab Tuhan akan menyertai orang-orang yang taat akan panggilan-Nya. Karena itu, marilah kita tidak menjadi lemah dan kendor dalam melayani Dia, sebaliknya tetap bersemangatlah dan berikanlah yang terbaik bagi Tuhan! Bersikap positif dan mengandalkan Tuhan Yesus adalah sikap yang harus kita lakukan. Dan yang pasti tantangan selalu merupakan kesempatan untuk melihat Tuhan menyatakan kasih dan Karya-Nya. Imanuel.

 

Pdt.  Agustiman J. Namang, STh.  Pendeta  GKE  Pangkoh

Discussion

3 Responses to “TANTANGAN YANG MENJADI KESEMPATAN / Minggu, 19 Januari 2014”

  1. shalom ..
    maaf saya komen , tetapi kalau kita perhatikan justru karena hal itu terjadi maka tidak banyak mujizat terjadi di sana .. artinya bahwa Gereja yang meolak pelayan lokal di gerejanya maka mereka tidak akan menikmati kuasa mujizat Tuhan …

    Posted by agus | March 31, 2017, 9:07 am
  2. Dewasa ini, pelayanan yg dilakukan oleh hamba-hamba Tuhan telah keliru dengan fokus mencari materi. Tidak ada pelayanan yg fokus untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan. Dimana mereka bisa meraup pundi2, disana lah mereka getol berkotbah. Jadi jangankan muzizat, jiwa-jiwa dari para dombapun masih jauh daripada tercerahkan.

    Posted by M. Lumban Gaol | June 3, 2017, 12:12 am

Post a Comment