//
you're reading...

Renungan Kristen

BAHASA YANG MENCERAHKAN / Minggu, 8 Juni 2014

8

Kisah Para Rasul 2:1-13

Dalam mata kuliah Aliran kegerejaan dan Oikumene di STT GKE, mahasiswa mendapat tugas untuk beribadah selama empat minggu di pelbagai gereja di Banjarmasin. Tujuannya adalah agar mahasiswa dapat mengenal secara langsung gereja di luar GKE. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat terbuka dan belajar dari gereja lain. Hal menarik terjadi ketika  kelompok mempresentasikan hasil  kunjungan mereka. Pada saat presentasi, ada satu kelompok menceritakan keunikan dari gereja yang dikunjungi yaitu ada doa dalam bahasa Roh. Salah seorang mahasiswa menirukan bagaimana bahasa Roh seperti yang mereka dengar.  kelompok lain juga mengatakan, bahwa di gereja yang mereka kunjungi juga ada bahasa Roh. Kemudian mereka juga menirukan bagaimana bahasa Roh di gereja tersebut. Dari kedua bahasa Roh yang ditiru ternyata  berbeda. Menurut anggota gereja yang diwawancarai,  mereka juga tidak mengerti  arti bahasa Roh tersebut. Pertanyaan sulit yang kemudian muncul dari seorang mahasiswi: “ibu, apakah bahasa Roh itu bermacam-macam jenisnya?”

Pada hari Pentakosta, orang-orang percaya yang berkumpul bersama murid Yesus, dipenuhi oleh Roh Kudus. Kepenuhan Roh Kudus menyebabkan mereka dapat berkata-kata dalam pelbagai bahasa. Bahasa yang mereka ucapkan bukan suatu bahasa yang tak bermakna. Buktinya adalah bahwa bahasa yang mereka ucapkan dimengerti oleh banyak orang dari pelbagai bangsa. Dari kisah para Rasul ini,  dapat dikatakan bahwa bahasa Roh berbeda dari pengalaman  para mahasiswa. Roh Kudus bukan membuat orang bingung atau tidak dimengerti, tetapi membuat segala sesuatunya menjadi jelas (ay. 8-10). Orang yang tidak pernah mengenal Allah, melalui bahasa yang dikaruniai Roh Kudus membuat orang menjadi mengetahui perbuatan-perbuatan besar yang telah dilakukan Allah (ay.11).

Melalui bacaan Alkitab hari ini memberikan pengertian bagaimana Roh Kudus bekerja dalam orang percaya. Roh Kudus memberikan bimbingan kepada orang percaya untuk hidup benar. Hidup yang membuat orang lain menjadi mengerti akan kebesaran Allah. Segala ucapan, pikiran dan tindakan bukan tertuju untuk kemuliaan diri sendiri. Roh Kudus mem- bimbing orang percaya untuk mengarahkan pandangannya keluar dari dirinya. Tidak berfokus pada diri sendiri. Para Murid yang telah menerima Roh kudus memiliki keberanian untuk  keluar dari lingkungan bahasa, kaum keluarga bahkan daerah mereka. Roh Kudus juga menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi pelbagai rintangan dan hambatan. Ukuran    seseorang memiliki Roh Kudus bukan terletak pada kemegahan, kebesaran atau hal-hal yang sukar dimengerti. Pekerjaan Roh Kudus dapat dilihat dalam hidup orang percaya yang menunjukkan kasih Allah, sehingga melalui hidupnya orang dapat mengenal Allah.

 

Pdt. Alexandra Binti, M.Th, Dosen STT GKE Banjarmasin

 

 

Discussion

2 Responses to “BAHASA YANG MENCERAHKAN / Minggu, 8 Juni 2014”

  1. Sebagai alat komunikasi orang percaya kepada Tuhan. Bahasa roh bukan menyesatkan. Membimbing umat kepada kebenaran. Menjalankan kehendak Tuhan. Dimana Kristus adalah Roh Allah yang menjadi manusia. Bahasa Roh adalah bentuk hubungan pribadi umat percaya kepada Tuhan. Umat yang tidak mengenal Roh Allah adalah mati.

    Posted by herter | March 22, 2017, 12:36 pm

Post a Comment