//
you're reading...

Renungan Kristen

TINDAKAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI / Senin, 23 Juni 2014

23

Hakim-Hakim 9: 50-57

Abimelekh adalah anak seorang perempuan dari Sikhem. Ia meraih kekuasaan menjadi raja   dengan cara yang sangat keji yaitu dengan  membunuh saudara-saudaranya. Kegagalan Abimelekh sebagai raja, diceritakan penulis kitab Hakim-hakim untuk menegaskan bahwa di Israel, seorang raja hanya akan dipilih oleh Allah.

Singkat ceritanya, setelah tiga tahun Abimelekh menjadi raja. Allah kemudian  menjatuhkan hukuman kepada Abimelekh. Di mana orang Sikhem tidak lagi mendukung dia, mereka meninggal Abimelekh. Untuk membalas pemberontakan warga Sikhem itu, Abimelekh membunuh mereka. Setelah membunuh warga Sikhem, Abimelekh pergi ke  Tebes dan ingin merebut kota itu. Namun di  Tebes inilah akhir riwayat hidup Abimelekh.  Seorang perempuan menimpakan batu kilangan ke kepalanya dan memecahkan kepalanya.

Kematian Abimelekh yang dibunuh oleh seorang perempuan merupakan penghinaan yang paling memalukan bagi seorang prajurit. Kehormatan seorang pahlawan perang apabila ia tewas di medan perang sebagai kesatria. Sehingga supaya kematian Abimelekh dipandang kematian yang terhormat  maka sebelum mati Abimelekh memerintahkan kepada bujangnya untuk menikam dia sampai mati          ( ayat 54 ).

Kematian Abimelekh yang tragis ini sebagai hukuman yang dijatuhkan Allah atas kejahatan yang telah ia perbuat  dengan membunuh 70 orang saudaranya.

Dari kehidupan Abimelekh ini kita bisa menarik pelajaran :

1. Abimelekh meraih kekuasaan (menjadi raja ) dengan jalan yang sangat keji. Ia tidak lagi peduli  kepada orang tua dan saudaranya. Yang Abimelekh pikirkan hanya bagaimana cara ia bisa meraih apa yang menjadi keinginannya. Ia menghalalkan segala cara, jalan yang sangat keji pun ia tempuh. Ia juga mencari orang yang bersedia mendukung apa yang ia inginkan. Abimelekh adalah gambaran manusia duniawi yang selalu berusaha menghalalkan segala cara untuk mendapat apa yang ia inginkah.  Ia tidak akan peduli apakah yang ia lakukan akan merugikan orang lain atau tidak, yang terpenting baginya adalah bagaimana dirinya berhasil meraih apa yang ia inginkan. Zaman sekarang ini masih banyak orang yang memiliki kelakuan seperti Abimelekh ini yakni menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, baik itu berupa jabatan, harta, uang dan kekayaan.  Contoh yang sangat jelas adalah para koruptor, mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya dan tidak peduli kalau orang lain menjadi korbannya.

2. Allah mengetahui segala perbuatan yang dilakukan oleh kita umat-Nya. Allah tidak tinggal diam dengan kejahatan yang dilakukan oleh manusia, Allah pasti menghukum orang yang melakukan kekejian dan kejahatan. Yang menjadi nyata dalam nas kita ini apa yang sudah dialami oleh Abimelekh sendiri. Kejahatan telah ia lakukan mendapat balasanya dari Allah, hal yang perlu kita ingat bahwa  bukan manusia yang membalasnya tetapi Allah. Hal yang pertama bentuk penghukuman Allah bagi Abimelekh adalah orang-orang Sikhem yang pernah mendukung dia untuk meraih kekuasaannya berbalik meninggalkannya. Hal yang kedua,  Abimelekh dipermalukan dengan cara kematiannya yang dibunuh oleh seorang perempuan. Karena itu hati-hatilah dalam bertindak, sebaiknya dipikirkan secara bijaksana. Sebab setiap tindakan mengandung konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. Abimelekh sudah menerima  konsekuensi dari apa yang sudah ia perbuat. Amin

 

Pdt.  Ina Ria  Aty, STh, Pendeta Resort GKE Palangka Raya Hulu

Discussion

2 Responses to “TINDAKAN YANG MENGANDUNG KONSEKUENSI / Senin, 23 Juni 2014”

  1. trima kasih ada renungan ini, sangat diberkati

    Posted by Timbul Hamonangan Simanjuntak | June 7, 2016, 11:20 pm

Post a Comment