//
you're reading...

Renungan Kristen

KEKERASAN HATI PENGHAMBAT KESELAMATAN DARI YESUS / Rabu, 4 Maret 2015

4

Matius 12:15b-21

Perikop ini berkaitan dengan perikop sebelum dan sesudahnya. Pada perikop sebelumnya, Yesus diceritakan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Oleh tindakan Yesus ini, maka orang Farisi merancangkan cara untuk membunuh Yesus. Yesus mengetahui rencana mereka, karena itu Ia menyingkir dari kerumunan orang banyak. Tindakan Yesus menghindari orang Farisi yang berencana membunuh-Nya itu, menurut Matius adalah sebagai penggenapan nubuat Yesaya 42:1-4. Hamba yang dimaksud pada kutifan nubuat nabi Yesaya adalah Yesus sendiri. Roh Kudus ada pada Yesus, tetapi orang Farisi tidak melihat identitas Yesus sebagai hamba Allah tersebut. Mereka juga tidak melihat pekerjaan Yesus sebagai wujud dari pekerjaan Roh Kudus. Mereka menuduh apa yang Yesus lakukan yakni mengusir setan dari orang yang kerasukan sebagai pekerjaan penghulu setan Beelzebul (12:24).
Yesus menangkis tuduhan sesat itu, karena justeru kemampuan mengusir setan adalah tanda Kerajaan Allah sudah hadir. Yesus memberi pengandaian bahwa Kerajaan Iblis tidak akan bertahan jika warganya saling menyerang dan menghancurkan (ay. 25-26). Yesus mengusir setan bukan dengan ritual atau mantra melainkan dengan perintah. Itu yang membuktikan bahwa kekuasaan Yesus berasal dari Allah dan hanya Allah yang mampu membebaskan manusia dari kekuasaan iblis agar masuk ke dalam kerajaanNya. Hal ini dapat kita temukan dalam rumusan Doa Bapa yang berbunyi “jangan membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat…” Dengan demikian kemampuan mengusir setan menandaka bahwa kerajaan Allah sedang berlangsung melalui diri Yesus (ayat 28). Dia adalah Allah itu sendiri, karena itu Yesus dapat mengusir setan dan mengalahkanh kejahatan.
Hati orang Farisi sudah begitu keras sehingga sulit melihat kuasa Allah bekerja dalam diri Yesus. Hati mereka yang keras itulah yang membuat mereka melontarkan tuduhan yang bersifat hujatan. Perkataan merupakan cermin hati. Dari hati manusia mengalir perkataan baik atau jahat. Perkataan penghujatan yang kita ucapkan akan dipertanggung jawabkan masing-masing di hari penghakiman nanti. “……karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum” (12: 36-37). Nas ini mengajak kepada kita, siapapun yang sudah mengalami kuasa Yesus atau mendengar Injil-Nya dituntut untuk menyambut Dia, bukan mengeraskan hati. Bila tidak, proses pengerasan hati seperti yang dialami orang Farisi, akan terulang lagi sehingga merintangi kita untuk mengalami keselamatan dari Yesus.

Pdt. Dermawisata J. Baen, MTh, Pendeta Resort GKE Buntok

Discussion

One Response to “KEKERASAN HATI PENGHAMBAT KESELAMATAN DARI YESUS / Rabu, 4 Maret 2015”

  1. Penghakiman terakhir
    31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
    32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
    33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
    34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
    35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
    36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
    37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
    38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
    39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
    40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
    41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
    43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
    44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
    45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
    46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

    Posted by njlajahweb | July 4, 2017, 10:29 pm

Post a Comment