//
you're reading...

Renungan Kristen

MARI MENGERJAKAN KESELAMATAN BERSAMA ! (Senin, 3 Oktober 2016)

Efesus 5:22-33

30Nast ini memiliki tantangan tersendiri, di mana hal terbesarnya ialah menaklukan kata “tunduk” yang sudah terlanjut menguat dalam tafsiran kita. Bahwa kata ini dilekatkan pada isteri atau kaum perempuan yang acapkali tidak menguntungkan. Dan yang paling tidak mengenakan seringkali kata ini menjadi legitimasi atau alat pembenaran untuk melemahkan posisi tawar para isteri untuk protes pada perilaku suami yang tidak benar.

Jika kita membaca ayat 22-24 maka kata tunduk ini harus dilihat sebagai kata kerja bukan kata sifat (sifat perempuan yang tunduk.red). Kenapa? Karena kata ini digunakan untuk merujuk pada relasi atau hubungan Kristus dan Jemaat (pengantinNya). Dasar dalam relasi ini ialah keselamatan atau penyelamatan atas tubuh (ayat 23c). Dengan kata lain, ketertundukan isteri pada suami ialah ketertundukan untuk tujuan keselamatan atas tubuh bersama. Dalam hubungan ini, keduanya dalam keadaan bekerja sama untuk tujuan penyelamatan tersebut. Oleh sebab itu, relasi suami dan isteri di sini adalah relasi atas segala sesuatu yang menyelamatkan.

Lalu, bagaimana dengan pasangan yang mengalami kekerasan dalam perkawinannya (fisik, seksual, psikologis dan penelantaran)? Saya pikir kata tunduk tidak dipahami sebagai pasrah atau tabah, yang sering dianggap sebagai kehebatan perempuan (Bahasa Dayak Ngaju: tahan manyarenan). Tetapi kata tunduk ini ialah kata kerja dimana pasangan itu berusaha untuk mencari ruang penyelamatan atau keselamatan bersama. Meninggalkan pasangan; yang bukan untuk tujuan menyelamatkan bukanlah maksud dari nast ini. Tetapi setia dalam perkawinan yang tidak menyelamatkan juga bukan pilihan yang bijaksana. Oleh sebab itu, relasi perkawinan itu ialah relasi yang tunduk pada tujuan penyelamatan bersama (suami, isteri, anak, orang tua). Jika ada pasangan yang tidak melakukan tujuan keselamatan bersama itu; bertobatlah dan belajarlah pada Kristus Sang Kepala Gereja.

Lebih dalam lagi, jika kita membaca ayat 25-32 maka kata kasih harus dilihat sebagai kata sifat (sifat laki-laki) bukan kata kerja. Kenapa? Karena kata ini digunakan untuk merujuk pada kondisi kekudusan, kesucian dan tidak bercela atau sama dengan keadaan Kristus di hadapan jemaat (pengantiNya). Dimana dasar dalam sifat suami ini ialah pengasuhan dan perawatan atas tubuh yang telah menjadi satu daging (ayat 30-31). Atau dengan kata lain, kasih suami kepada isteri ialah kasih untuk tujuan kekudusan dan kesucian tubuh bersama (tak bercela kata lainnya). Oleh sebab itu, sifat kasih suami dan isteri di sini adalah kesatuan tubuh dalam kasih yang terjaga dalam hal kekudusan dan kesuciannya,secara seimbang atau setara (hukum kasih dalam ayat 28).

Lalu bagaimana dengan pasangan yang melakukan kekerasan dalam perkawinannya  (fisik, seksual, psikologis dan penelantaran)? Saya berpikir kata kasih harus dipahami sebagai sifat atau ciri yang pasti dimiliki oleh para suami hebat dalam Kristus atau para pria sejati. Jika ada pasangan yang hidup dalam penyelewengan atau tidak taat tanggung jawab dalam perkawianannya sesungguhnya ia tidak cocok hidup dalam perkawinan Kristen. Oleh sebab itu, sifat dasar kasih dalam perkawinan   Kristen itu ialah kesucian dan kekudusan atas tubuh yang telah menjadi satu daging. Jika ada pasangan yang tidak memiliki sifat dasar ini, bertobatlah dan belajarlah lebih dalam tentang kasih Kristus sebagai Kepala.

Mari melihat perkawinan dalam relasi saling tunduk dan sifat saling mengasihi, yang berlaku setara dan tidak berat sebelah. Hai isteri tunduklah pada suami yang mengasihimu, demikianlah suami, kasihilah isteri yang menghormatimu (ayat 33)!

@ Pdt.  Evi Nurleni,STh, MSi, Dosen  UNPAR

Discussion

One Response to “MARI MENGERJAKAN KESELAMATAN BERSAMA ! (Senin, 3 Oktober 2016)”

  1. sekilas info

    Penghakiman terakhir
    31 “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
    32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
    33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
    34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
    35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
    36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
    37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
    38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
    39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
    40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
    41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
    43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
    44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
    45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
    46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

    Posted by njlajahweb | July 4, 2017, 10:37 pm

Post a Comment