//
you're reading...

Renungan Kristen

DITABURKAN DALAM KEBINASAAN DIBANGKITKAN DALAM KETIDAKBINASAAN (Senin, 24 April 2017)

I Korintus  15:35-58

selamat paskah - CopyKebangkitan tubuh adalah kata yang memberi arti pengharapan bagi manusia yang binasa. Tubuh itu benar-benar suatu tubuh, walaupun yang melampaui yang ada sekarang, yang merupakan lanjutan dari tubuh yang sekarang. Yang penting ialah : tubuh yang dibaharui dan diberi daya hidup oleh Roh.  Dosa membuat manusia hidup jauh dari Allah dan mati dalam kebinasaan. Kemenangan terbesar manusia dari kuasa dosa yang berarti manusia tidak lagi ada dalam kuasa dosa yang membawa maut.

Apakah hal yang memberi ketenangan bagi kita, ketika menjalani hidup ini? Yaitu ketika kita memiliki jaminan setelah kita selesai menjalani hidup di dunia ini. Ketenangan yang membuat kita yakin akan menerima kehidupan kekal dan masuk ke dalam kerajaan Sorga.

Paskah yang baru saja kita peringati memberi pengharapan dan kekuatan bagi Iman kita. Ketika Yesus Kristus mati di kayu salib dan dikuburkan, boleh jadi para murid berpikir, selesailah sudah perjuangan mereka. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan setelah Guru mereka meninggal. Namun, saat Dia bangkit kembali dari antara orang mati dan berulang-ulang menampakkan diri pada mereka, tak ayal cara pandang dan pengharapan mereka berubah. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kematian bukanlah titik akhir. Paulus menggambarkan kematian sebagai saat ketika “yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati” (ay. 53). Melampaui kematian, ada kehidupan yang lebih mulia dan lebih berlimpah. Maut tidak lagi berkuasa (ay. 54-55), sedangkan kehidupan kekal berlangsung selamanya. Oleh kemenangan-Nya atas maut, perjuangan mereka dalam kehidupan saat ini tidak sia-sia (ay. 58).

Kebangkitan tubuh manusia sebagai pengajaran yang membawa kita memahami pentingnya hidup kita bagi Tuhan. Tubuh diidentikkan dengan hidup yang kita miliki, kebangkitan tubuh menurut Rasul Paulus ini berarti pembaharuan atas hidup kita yang telah mengalami kematian.

Dengan pembaharuan hidup yang diwujudkan dalam kebangkitan memberi makna terdalam terhadap berharganya hidup kita dihadapan Tuhan. Kepercayaan akan kebangkitan ini berakar pada keyakinan bahwa Allah adalah Allah yang hidup yang tidak menginginkan kematian manusia (Mat. 23:32). Untuk itu Allah telah mematahkan kuasa kematian itu dengan kebangkitan Yesus, yang menjadi buah sulung dari kebangkitan. Karena kebangkitan itu sudah dimulai oleh Yesus maka orang yang percaya sekarang ini juga sudah mendapat bagian dalam hidup Yesus yang sudah bangkit itu. KebangkitanNya itu telah menjadi jaminan (I Kor. 15:12-20).

Sebagai orang yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus, kita tidak ragu tentang keyakinan kebangkitan Tubuh di dalam Kristus. Kita tidak kuatir terhadap kematian di dalam Tuhan. Yang sering membuat kita ragu adalah keterpisahan kita dengan hidup dunia ini. Karena itu ketika kita masih menjalani hidup dalam tubuh dunia ini, kita harus berusaha memahami bahwa segala sesuatu yang kita miliki di dunia akan binasa dan tidak kekal. Kita dikuatkan untuk menjalani segala macam proses kehilangan, dukacita dan keterpisahan dengan dunia. Sementara itu kita menghargai hidup yang diAnugerahkan Tuhan bagi kita, mengucap syukur dan mengasihi sesama manusia. AMIN

@ Pdt.   DR. Tirta Susila, D.Th,  Dosen STAKN Palangka Raya

Discussion

No comments yet.

Post a Comment