//
you're reading...

Renungan Kristen

PESAN INJIL ITU SUNGGUH BENAR (Jumat, 21 April 2017)

I Korintus 15:1-11 

selamat paskah - CopyTidak semua orang perduli dengan kehidupan dan masa depan orang lain. Tidak banyak pula orang yang ingin ambil pusing untuk mengingatkan orang lain, jika orang lain tersebut salah ataupun keliru. Terlebih apabila hal itu membebani diri sendiri atau tidak ada untungnya baginya. Namun, berbeda halnya dengan teladan yang diberikan oleh Rasul Paulus. Seorang yag dulunya adalah penganiaya Jemaat Tuhan namun berubah menjadi seorang yang sangat gigih bekerja bagi Tuhan. Kasih karunia dan anugerah keselamatan yang telah ia terima, membuat ia perduli dengan kehidupan dan keselamatan orang lain. Salah satunya adalah jemaat di Korintus.

Korintus, Ibukota Akhaya, adalah kota terkaya dan terpenting di Yunani. Namun juga ada yang paling bobrok karena berbagai dosa yang dilakukan. Sebagai pusat perniagaan Korintus berhadapan dengan berbagai jenis agama dan filsafat dan pengaruh kota tersebut masuk ke dalam kehidupan jemaat. Ketika Rasul Paulus pergi, masalah timbul dalam jemaat yang Paulus rintis tersebut. Untuk itulah Paulus menulis surat kepada Jemaat Korintus untuk mengingatkan mereka tentang apa yang telah Paulus ajarkan, salah satunya mengenai kebangkitan.

Paulus menegaskan bahwa keselamatan diperoleh melalui percaya dan menerima injil yang telah diberitakan dan bagimana Jemaat di Korintus harus berpegang teguh pada injil itu. Mengenai hal tersebut Rasul Paulus kembali memberikan kesaksian tentang Kristus yang telah mati karena dosa, dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga. Kebangkitan bukan tanpa saksi, tetapi Yesus menyatakan diri kepada murid-muridnya dan kemudian kepada lebih dari 500 orang, termasuk Ia menyatakan diri kepada Rasul Paulus. Kebangkitan Yesus memberi arti penting dalam kehidupan orang percaya. “Yesus bangkit..!!” dan pesan injil itu sungguh benar. Para saksi yang telah menyaksikan Yesus bangkit telah meneruskan kesaksian mereka dan oleh injil yang mereka beritakan banyak orang menjadi percaya meskipun tidak melihat.

Sebagai orang yang telah menerima kasih karunia Allah, sudahkah kita memiliki kerinduan untuk mengajak orang lain untuk menerima keselamatan? Apakah Kasih, belas kasihan dan kemurahan Tuhan yang telah kita terima, meskipun kita layak mendapatkannya telah mambuat hati kitapun rindu untuk menolong orang lain mengenal keselamatan meskipun secara manusia, ia tidak layak menerima kebaikan kita? Sudahkan kita menyadari bahwa ada kaitan sangat penting antara melayani dan mengasihi orang-orang yang kita layani? Sudahkah kebangkitan Kristus memberi pengharapan teguh dan semangat dalam kehidupan dan pelayanan yang kita lakukan? Tuhan kiranya menolong kita.

@ Pdt .  Debora Gloria Oley, STh, Pendeta  Cares GKE  Bukit Bamba

Discussion

No comments yet.

Post a Comment