//
you're reading...

Renungan Kristen

SPIRIT PERISTIWA KELUARAN (Selasa, 25 April 2017)

Keluaran 14:15-31

selamat paskah - CopyPerjalanan Keluar dari Mesir bagi umat Israel berhadapan dengan tantangan dan rintangan. Di hadapan mereka terbentang Laut Merah. Gunung-gunung yang tinggi mengapit di kiri dan kanan mereka, Firaun dan bala tentaranya mengejar dan mendekat dari belakang. Umat Allah nampaknya terjebak tak berdaya. Segera kepanikan melanda perkemahan kaum Israel. Kaum pria gemetar ketakutan, wanita dan anak-anak menangis mengerumuni kakek-nenek dan sanak keluarga mereka. Tiba-tiba Musa diserbu oleh para kepala keluarga yang dengan marah berteriak, Habislah nasib kami! Apakah tidak ada kuburan di Mesir sehingga engkau membawa kami keluar untuk mati di sini? Sudah kami katakan kepadamu untuk tidak mengusik kami di Mesir. Lebih baik menjadi budak di Mesir daripada mati dalam padang gurun celaka ini!

Tak seorang pun dari bangsa Israel yang mengetahui akan kemenangan besar yang akan segera Allah berikan kepada mereka! Tiba-tiba angin bertiup membelah laut, lalu bangsa Israel berjalan di atas tanah yang kering menyeberangi laut yang terbelah ini. Dan ketika Firaun beserta bala tentaranya mengikuti untuk mengejar, air laut kembali bergolak menutupi dan menenggelamkan mereka semua.

Mengingat peristiwa Keluaran bangsa Israel menyadari bahwa Tuhan telah melepaskan mereka dari keadaan yang mustahil. Setelah itu mereka menaikkan nyanyian pujian di tengah perkemahan.

Kisah perjalanan Israel keluar dari Mesir memberikan makna terdalam bagi perjuangan hidup suatu bangsa yang sedang menuju ke masa kemerdekaan. Peristiwa Keluaran adalah kelepasan dari Mesir yang menandakan babak baru perjuangan sebagai umat Allah yang sedang menuju ke tanah janji. Keluar dari Mesir bukan perkara mudah. Umat Israel berjuang dan harus bergerak maju. Dalam pergerakannya mereka harus mempunyai kepercayaan dan ketaatan pada Allah yang menjadi kekuatan mereka. Tanpa keyakinan pada tuntunan Tuhan Allah maka segala usaha akan sia-sia.

Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang dihadapi umat dengan memberikan jalan keluar kepada mereka. Dia menyatakan kuasa-Nya. Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (ayat 19-20). Dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke laut Teberau, Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat pun menyeberang dengan selamat. Dan akhirnya, dengan kuasa  dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa.

Allahlah yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir, bukan hasil perjuangan orang Israel. Allah meyakinkan umat itu bahwa Ia akan berperang untuk mereka, tetapi mereka harus maju terus menuju laut dengan iman (Keluaran 14:15). Allah berperang bagi umat-Nya pada saat mereka berjalan dengan iman dan ketaatan pada firman-Nya (lihat Keluaran 15:3; Nehemia 4:20; Mazmur 35:1).

Sama seperti umat Israel, kita dalam kehidupan banyak berhadapan dengan kondisi yang membuat kita tertekan, merasa tidak bahagia dan menderita. Putus asa dan kehilangan harapan adalah hal yang bisa terjadi di saat keadaan demikian. Perjalanan Israel keluar dari Mesir memberikan contoh bagi kita, bahwa Tuhan Allah adalah kuasa yang mampu bertindak. Sebagai umat kepunyaanNya kita tidak akan dibiarkan, pertolongan Tuhan pada saatnya. Kekuatan Iman diperlukan agar kita tidak goyah, sebab walaupun kita menderita namun kita tidak akan kehilangan pengharapan dan Tuhan Allah akan menunjukkan kuasaNya. Dia adalah Tuhan di atas segala persoalan dan permasalahan hidup kita. Semangat peristiwa keluaran menjadi kekuatan Iman. AMIN

@ Pdt. DR. Tirta Susila, D.Th, Dosen STAKN Palangka Raya

Discussion

No comments yet.

Post a Comment