//
you're reading...

Renungan Kristen

TETAP MENGINGAT PERKATAAN TUHAN (Senin, 17 April 2017)

Lukas 24:13-35

selamat paskah - CopySebuah peristiwa yang tidak biasa terjadi seringkali membuat buah bibir banyak orang. Ada yang berbicara berdasarkan apa yang ia saksikan dan alami, adapula yang berbicara menurut kata orang lain. Ada yang menyampaikan tepat sesuai fakta yang terjadi, adapula yang telah ditambahkan dengan sedemikian rupa. Ada yang mempercayai dan adapula yang tidak mempercayainya. Demikian pula dengan peristiwa tentang penyaliban Yesus yang dikenal sebagai seorang nabi yang berkuasa, menjadi buah bibir banyak orang di seluruh Yerusalem. Ditambah lagi, berita tentang kebangkitan Yesus menjadi pertanyaan dan hal yang mengejutkan bagi banyak orang yang mendengarkannya. Benarkah Yesus telah bangkit?

Pada nas sebelumnya diceritakan bahwa, batu yang sudah terguling, perempuan-perempuan yang pergi ke kubur Yesus tidak menemukan mayat Yesus, Malaikat Tuhan sudah menampakkan diri kepada mereka, namun kesaksian mereka tentang kebangkitan Yesus seolah seperti sebuah omong kosong yang tidak yang tidak dapat dipercaya oleh para rasul dan orang-orang yang mendengarkannya. Mengapa?  Semua itu karena mereka melupakan perkataan Yesus.

Semua murid mengalami perasaan yang campur aduk. Termasuk dua orang dari murid Yesus yang sedang menuju ke sebuah kampung yang bernama Emaus. Kesedihan dan kekecewaan bahkan kebingungan tentang peristiwa yang terjadi. Harapan mereka agar Yesus membebaskan bangsa Israel dari jajahan Romawi pada waktu itu telah sirna, karena yang terjadi justru berbeda. Sepanjang perjalanan mereka terus bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Sampai-sampai mereka tidak mengenali Yesus yang mendekati dan berjalan, bahkan berbicara bersama-sama dengan mereka.

Seringkali di dalam kehidupan kita, kita terlalu berfokus pada situasi serta kondisi yang kita alami, masalah yang kita hadapi dan perasaan yang kita rasakan. Sehingga kita tidak lagi mengingat apa yang menjadi perkataan Tuhan, dan yang Ia Firmankan. Pergumulan yang kita hadapi seringkali menghalangi mata iman kita untuk melihat kuasa Allah yang tidak pernah berhenti bekerja di dalam kehidupan kita. Padahal mengingat perkataan Tuhan adalah hal yang sangat penting agar kita tetap beroleh pengharapan dan kekuatan serta tetap percaya kepada-Nya dalam setiap musim hidup kita. Sungguh kita memerlukan kasih karunia Tuhan untuk membuka mata iman kita, agar kita dapat mengenal Dia, kuasa dan karya-Nya yang mengubah kehidupan kita.

@   Pdt.   Debora Gloria Oley, STh,  Pendeta Cares GKE  Bukit Bamba

Discussion

No comments yet.

Post a Comment